Penulis buku laris The Toyota Way mengungkap salah satu resep suksesnya dalam kecemerlangan opererasional. Dalam bukunya, dipaparkan cara menciptakan dan memelihara budaya perusahaan yang berpusat pada SDM. -Area, Ed Juli-

Buku ini dibuat bukan untuk menyalin budaya Toyota ke dalam perusahaan Anda. Melalui buku ini, Anda bisamelakukan uji coba, berbuat kesalahan, dan berdiskusi secara intens, mengidentifikasi sistem-sistem dan prinsip-prinsip kunci yang tidak dapat ditinggalkan. Toyota Culture meneliti “sistem manusia” yang telah diciptakan Toyota untuk menyuntikkan prinsip-prinsip dasar mereka—yaitu kepercayaan, kesejahteraan bersama, dan kesempurnaan—di dalam pabrik-pabrik dan kantor-kantor mereka di seluruh dunia. Toyota Culture memberi Anda perangkat kompeten, melatih mereka, serta melakukan perbaikan secara kontinu. –Marketing, Agustus 2011.

Buku ini memang sangat menarik, terutama bagi pemerhati manajemenSDM. Ia bahkan menjadi salah satu referensi wajib di kalangan akademisi yang bersinggungan dengan ilmu manajemen. (Jurnal Nasional, 9 Oktober 2011)

Kebesaran Toyota tidak lantas membuat pengelola perusahaan ini lupa diri. Mereka selalu ingin menjaga semangat kompetisinya. Berusaha mendahului zaman melalui kreativitas, keingintahuan, dan pengejaran akan perbaikan yang tak pernah henti, nilai semangat yang selalu digelorakan Toyota sebagai pemimpin otomotif nomor satu dunia. Tak perlu memang menjiplak model Toyota ini, tetapi mengadopsi banyak prinsip dan nilai-nilai Toyota rasanya menjadi hal lebih penting untuk membangun kekuatan perusahaan. (Bisnis Indonesia, 23 Oktober 2011).